The 10th IDACON 2026: UIN Sunan Kalijaga Tegaskan Peran Dakwah Kemanusiaan

YOGYAKARTA – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan konferensi internasional tahunan The 10th International Da’wah Conference (IDACON) 2026 di Mustika Yogyakarta Hotel & Resort pada Rabu (30/9/2026). Mengusung tema “Da’wah, Humanity, and Global Coexistence: Repositioning Religion in a Fragmented World”, forum ini menjadi ruang akademik bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk mendiskusikan peran dakwah serta agama dalam merespons dinamika sosial global.

Kegiatan internasional ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., bersama Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Arif Maftuhin, M.Ag., M.A.I.S. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, peneliti, serta sivitas akademika Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Penyelenggaraan IDACON 2026 bertujuan untuk memetakan peluang dan tantangan keagamaan global serta merumuskan peran strategis agama dalam merespons berbagai persoalan kemanusiaan, polarisasi sosial, konflik berbasis identitas, dan ketimpangan struktural. Forum ini dirancang untuk mendorong akademisi dan praktisi agar berperan aktif dalam proses transformasi sosial guna membangun peradaban yang inklusif, damai, dan humanis di tengah masyarakat dunia yang terfragmentasi.

Dalam amanat pembukaannya, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menegaskan esensi dakwah yang berorientasi pada perluasan nilai-nilai kemanusiaan. "Da’wah should be understood less as the act of winning arguments and more as the practice of enlarging humanity," ujar Prof. Noorhaidi Hasan, Ph.D.

Sebagai bagian dari partisipasi aktif dalam perhelatan internasional tersebut, Program Studi Magister Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Sunan Kalijaga hadir sebagai presenter. Dalam sesi presentasi, perwakilan Prodi S2 PMI memaparkan hasil penelitian Participatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan di Sekolah Sanggar Anak Alam (SALAM) sebagai bentuk penerapam riset aksi partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat.